apakah alien ada?

Apakah Alien Itu Ada?

Do you believe aliens exist?

Kalau kalian tanya ini, saya akan jawab: percaya!

 

Alasan utama saya bahwa alien itu ada karena kita hanyalah setitik bagian di alam semesta. Kemarin, saya melihat foto sekecil apa bumi terlihat dari cincin Saturnus. Dari planet yang masih satu tata surya saja, bumi sudah berupa titik. Apalagi dilihat dari tata surya sebelah. Apakah alien ada? Dilihat dari besarnya alam semesta, kemungkinan besar ada.

Who are we? Just a speck of dust within the galaxy, rite Adam? Dan akan ada debu-debu lain di seantero alam semesta ini.

Melihat alam semesta yang luar biasa luas ini, tidak percaya bahwa ada alien (ada kehidupan lain) di luar bumi adalah suatu sikap ignorant. Kita harus terbuka terhadap semua kemungkinan yang ada sih. Dan kemungkinan terbesar adalah: di luar sana ada kehidupan lain selain di bumi.

Lalu kenapa masih belum ada tanda-tanda kehidupan lain yang ditemukan? Sebenarnya ada beberapa temuan yang soal tanda kehidupan di luar bumi, tapi belum ada yang bisa memastikan hal itu.

Well, bisa jadi juga karena beberapa hal lain. Dan hipotesa Neil deGrasse Tyson soal alien adalah salah satu hipotesa yang paling logis dan yang paling bisa saya terima sih. I’m writing down his hypotheses here.

Teknologi, Intelegensia, dan Spesies

Untuk mengetahui kalau ada kehidupan di alam semesta, dan mencoba melakukan dialog dengan alien, salah satu hal yang dilakukan adalah mengirim gelombang radio. Untuk mengirim gelombang tersebut ada tiga hal yang harus terpenuhi: 1). Ada spesies yang mengirim gelombang; 2). Spesies sudah punya pengetahuan akan gelombang radio; 3). Ada teknologi untuk mengirimkan gelombang radio. Saat ini, di bumi, ketiga hal tersebut sudah terpenuhi.
Tapi, tiga hal tersebut juga harus dipenuhi oleh penerima gelombang radio bumi.

Ada beberapa kemungkinan di sini:

  1. Bumi mengirim gelombang radio, tapi teknologi dan intelegensia alien belum semaju bumi. Sehingga gelombang radio tidak diterima oleh alien.
  2. Bumi mengirim gelombang radio, tapi intelegensia alien terlalu maju sampai menghancurkan segala teknologi yang ada. Dan gelombang dari bumi tidak mereka terima.
  3. Alien mengirim gelombang radio lebih dulu ke bumi, sebelum manusia punya intelegensia dan teknologi soal gelombang radio.
  4. Gelombang yang dikirim, baik dari bumi maupun alien, belum sampai tujuan; saking jauhnya lokasi alien dengan bumi.
Jadi, untuk bisa “berbincang” dengan alien lewat gelombang radio, harus ada kesamaan waktu yang tepat. Dan sampai sekarang kita tidak bisa menemukan jendela waktu yang sama dengan alien.

Cara lain untuk membuktikan bahwa alien itu ada adalah dengan: 1). Mendatangi planet lain tempat alien tinggal; 2). Alien mendatangi bumi. Cara nomor satu sudah dapat dipastikan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Karena manusia saja paling mentok sampai sekarang hanya bisa sampai bulan. Sementara cara nomor dua, bisa saja sudah terjadi, tapi kita manusia tidak ada yang menyadarinya.

Alien Pernah Datang ke Bumi?

Neil deGrasse Tyson punya tiga hipotesa soal alien mendatangi bumi tapi kita tidak menyadarinya. Ia mengakui sebenarnya ada banyak hipotesa yang bisa terjadi, tapi hanya tiga ini yang selalu menjadi unggulannya.

Yang pertama: alien pernah datang ke bumi saat ada comic-con. Well, yang ini jelas memang hipotesa bercandanya Tyson. Tapi bisa jadi terjadi. Alien datang ketika comic-con dan manusia tidak ada yang sadar karena saat comic-con, ada banyak cosplayer. Ada banyak yang berpakaian seperti alien, jadi alien beneran malah tidak kelihatan. Wk.

Yang kedua: alien pernah datang ke bumi, dan menyadari bahwa kita adalah spesies dengan tingkat intelegensia lebih rendah dari mereka. Tidak ada untungnya mengkoloni bumi, dan mereka pergi begitu saja.

Yang ketiga, the best part: alien sudah datang ke bumi, mereka lebih pintar dari kita, dan kita sebenarnya sekarang hidup dalam pengaruh mereka; tanpa kita sadari.

 

Ketika kita hanya bisa membawa manusia ke bulan dan alien berhasil mendarat di bumi, maka jelas alien punya tingkat intelegensia yang lebih tinggi dari spesies manusia. Sebagai gambaran, Neil mengambil contoh perbandingan antar spesies manusia dan simpanse.

Simpanse sebagaimana yang kita tahu adalah spesies yang intelegensianya paling mendekati manusia. Simpanse paling pintar bisa mempelajari/mengerti bahasa isyarat, menyusun balok, dan pakai payung naik sepeda roda tiga. Hal-hal yang dilakukan oleh simpanse paling pintar itu, paling tidak setara dengan intelegensia seorang balita.

Padahal, perbedaan DNA antar manusia dan simpanse paling tidak hanya sebesar 2%. Yep, dua perseratus perbedaan DNA antar simpanse dan manusia tidak terlihat terlalu besar. Tapi 2% itu adalah yang membedakan antara menyusun balok dengan membangun gedung bertingkat. 2% itu adalah pembeda antara pelajar bahasa isyarat dengan pembuat musik dan puisi. 2% itu adalah pembeda antara bisa naik sepeda roda tiga dan bikin roket untuk pergi ke bulan.

Sekarang coba bayangkan, bagaimana jika ada spesies lain di luar sana yang DNA-nya 2% lebih baik dari manusia: kita hanyalah balita bagi mereka. Well, itu pun bukan kebanyakan kita, tapi hanya yang terpintar: Einstein atau Hawking adalah balita bagi mereka. Jika balitanya saja bisa menghitung teori kuantum di dalam kepala atau membuat formula bom atom, yang bisa dilakukan alien dewasa adalah hal yang lebih luar biasa lagi. Jadi bukan tidak mungkin mereka sudah mendarat di bumi, bisa membuat roket dengan kecepatan cahaya, punya teknologi memanipulasi ruang dan waktu, mengkolonisasi, dan mempengaruhi kehidupan di bumi.

Bisa jadi bumi dan manusia di dalamnya adalah semut taman yang merupakan hiburan dan tontonan bagi mereka. Dan kita tidak menyadarinya.

Thoughts?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s